Cambodia Trip : The Killing Field

20160310_082529

apa yang ada di benak kita ketika mendengar soal Phnom Penh ? kebanyakan sih tau ya kalo Phnom Penh adalah ibukota Kamboja. pasti juga pernah denger juga soal perang saudara di Kamboja ya. yang banyak ga tau adalah, sampai saat ini, di Phnom Penh masih ada sisa sisa perang tersebut.

hah ? sisa perang apa sis ? lho, jangan jangan ga tau kalo di Kamboja pernah perang saudara ? eyyaaaa… *buka buku sejarah*

tujuan utama kami sebenernya adalah Angkor Wat di Siem Reap. tapi begitu cek tiket, harga termurah ternyata fly through ke Phnom Penh, sekitar 6 jam dari Siem Reap. setelah browsing, Phnom Penh ternyata punya beberapa tourist attraction yang terdengar seru. salah duanya berhubungan dengan perang Kamboja; Tuol Sleng Prison dan Choeung Ek Killing Field. sounds horor banget ga sih. tapi konon dua tempat ini termasuk must-visit di Kamboja, jadi kami langsung sepakat buat ke sana.

cek di internet, ada banyak banget provider tour ke dua tempat ini. tapi katanya nyegat tuk tuk di jalan buat minta dianter ke sini pun gapapa, toh di kedua tempat ini udah ada audio tour. kami akhirnya milih paket tuk tuk dari hotel, dari jam 8 sampe jam 3 sore dengan biaya $20. driver kami, Harrods (tau deh itu nama aslinya apa bukan), memberi saran untuk pergi ke Choeung Ek dulu karena tempatnya lumayan jauh. hasil riset (baca : browsing sampe bego) sih nyaranin ke Tuol Sleng dulu, tapi akhirnya kami sepakat ke Choeung Ek dulu karena kan letaknya outdoor, kalo kesiangan panas dong siiis… *tetep ya alasannya princess banget…

kami melewati jalanan Phnom Penh sambil ngakak ngakak karena ternyata Phnom Penh ini mirip mirip Bekasi, hahaha. ya macetnya, ya sumpeknya. motor di sini rata rata motor lama, seangkatan Honda Legenda gitu deh. beberapa gedung pemerintahan dan sekolah masih keliatan jadul ala tahun 70an. seremnya, di beberapa gedung ada penjaga yang stand by bawa senapan.

20160310_073951
sama kayak Bekasi : hobi mlipir :p

20160310_073512

kami pun berbelok ke pinggiran kota, lewat jembatan yang mirip jembatan di kampung dan masuk area perkampungan Kamboja, yang mirip sama kampung di Jogja. sempet mbatin sih, kok jalanannya masih begini amat, tapi abis itu nyadar, Choeung Ek kan dulu terletak di hutan dan dipilih karena emang terpencil.

ga berapa lama, sampailah kami ke Choeung Ek. “You go there, I will wait for you there”, Harrods menunjuk pintu masuk, lalu menunjuk pepohonan rindang di sisi gerbang. kami masuk tanpa pretensi apa apa, wong tempatnya sejuk dan damai. jadi bertanya tanya, how horrible it could be ? abis review di Trip Advisor kok kayaknya horor amat. bahkan beberapa bule pun sampe nangis nangis katanya.

tiket masuk sebesar $6 dan udah dapet audio guide dan brosur panduan. kami pun mulai tour sesuai urutan yang ada di brosur. it was biasa aja pada awalnya. ditunjukin tempat truk yang membawa tahanan parkir, base camp-nya para penjaga, tempat para tahanan disuruh baris; semuanya masih di tempat terbuka. oh iya, karena kami datengnya pagi, tempatnya masih tergolong sepi. di depan kami cuman ada beberapa bule, dan ada serombongan anak bule di belakang kami.

20160310_081001
audio guide. museum di Indonesia ga ada yang mau niru nih ?

20160310_081601

20160310_082515

sampailah kami di tempat beberapa kuburan massal. ada beberapa kuburan massal yang ada di sini, semuanya diberi atap dan dipagari. di sepanjang pagar ada banyak gelang kain yang konon ditaruh sama turis yang ke situ, untuk menghormati para korban. it was creepy. ada satu kuburan yang merupakan tempat para kader dibunuh setelah dipenggal, ada yang isinya para wanita. aura horor pun mulai terasa. somehow, it feels different.

yang lebih horor lagi, masih ada banyak korban yang belum digali dari tanah sekitar Choeung Ek. jadi pas musim hujan, kadang masih ada satu dua tulang yang terlihat di tanah. ALAMAK !! horor pisaaan…

20160310_082821
salah satu mass grave
20160310_083153
ini tulang bukan sih ? *horor*

kalo baca tulisan soal Choeung Ek, pasti akan pernah denger soal Killing Tree dan Magic Tree. Killing Tree adalah pohon yang digunakan untuk membunuh bayi dan balita, dengan cara dipegang kakinya, lalu kepalanya dibenturkan ke batang pohonnya. sementara Magic Tree adalah pohon tempat menggantung loudspeaker, yang memutar lagu lagu, sehingga teriakan dari para korban ga kedengeran.

pas baca artikelnya sih tadinya gue berasa biasa aja, how scary it would be sih ? eh ternyataaaa, emang beneran skeri buuu… mungkin karena kami datang pas masih sepi, jadi angin sepoi sepoi itu berasa menambah aura horor. di audio guide pun diperdengarkan lagu yang biasa diputer via loudspeaker itu. makin merinding lah pokoknya.

di sepanjang jalur yang sudah diberi papan kayu ini (konon agar tulang belulang korban tidak terinjak visitor), dipajang juga baju yang dulu dipakai para korban. ada juga danau yang konon jadi kuburan massal juga, tapi ga pernah diekskavasi.

20160310_085546
the boardwalk
20160310_084637
baju korban yang ditemukan saat penggalian

jalur audio guide ini berakhir di stupa gede yang cantik. etapi sis, isinya adalah tengkorak dan tulang para korban. makjang !! masuk ke dalam pun ga bisa lama lama, miris sendiri. konon ada ribuan korban yang ditemukan di sini, dan masih ada yang sampai sekarang masih terkubur. korban yang ada di sini rata rata sebelumnya ada di Tuol Sleng Prison dan dikirim ke Choeung Ek setelah diinterogasi.

ada semacam museum kecil di dekat pintu keluar. isinya menceritakan soal penemuan Choeung Ek dan ternyata masih ada banyak killing field di Kamboja semasa Khmer Merah. penduduk sekitar aja baru tahu kalo daerah ini jadi tempat pembantaian ya setelah rezim Khmer Merah jatuh. mereka tahunya ini kayak perkebunan biasa. ga kebayang ngerinya masa itu ya. sebelum datang ke sini pun kami tahu ini tempat pembantaian, tapi nggak ngira aja aura horornya ternyata masih kental banget.

20160310_093200

setelah Choeung Ek, kami pun cuss ke Tuol Sleng Prison atau S21. ada apa aja di sana ? in the next post ya siiis… *PHP*

smell you later !!

Advertisements

One thought on “Cambodia Trip : The Killing Field

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s