Cambodia trip : why and how

map
Kingdom of Cambodia

kalo gue ditanya, di antara negara negara di ASEAN, negara mana sih yang paling pengen gue kunjungin; gue tanpa ragu akan menjawab : semuanya. abisan baru pernah ke Singapura doang kakaaak. kan penasaran sama negara yang lain. tapi kalo daku disuruh milih, yang paling pengen dikunjungi adalah Kamboja.

emang sih, dese kalah pamor sama destinasi lain, macam Thailand atau Malaysia. ditambah konon negara ini masih lebih ‘terbelakang’ dari negara kita. so, kalo main ke sana, emang mau ngapain ?

faktor utama gue tak lain tak bukan adalah Angkor Wat. kompleks candi yang konon adalah largest religious monument in the world. alias geda dan megah banget. begitu liat dokumenter tentang Angkor Wat, hatiku langsung tersirep. candinya besar dan terlihat megah banget. apalagi kan dese sering banget dibandingin sama Borobudur. jadi pengen liat kan ya, bener ga sih dia lebih besar ? bener ga sih dia lebih wow ?

tapi, apa bedanya main ke sini sama ke candi candi di Jawa Tengah ?

katanya sih ya, kita bakalan terkagum kagum melihat candi sebesar dan setua itu, right before our eyes. apalagi kalo misalnya kita beruntung dateng pas sunrise, katanya sih mind blowing banget. tapi pada dasarnya gue suka main ke candi sih, jadi so pasti masuklah Angkor Wat ini masuk ke bucket list gue.

inspirational-travel-quotes-02

but in the end, visiting new places is always exciting, right ?

langsung deh gue lempar rayuan ide ke Ria buat main ke sini. yang hamdalah-nya disambut dengan tangan terbuka dan hati gembira dan dompet tersedia. dengan berbagai pertimbangan, kami akhirnya ketok palu, bakal berangkat di bulan Maret 2016. tanggalnya ? menyesuaikan tanggal promo Air Asia dong kakaaaak *murah*

sembari nunggu promo Air Asia, kami browsing dan dengan bahagia sepakat buat masukin Phnom Penh ke itinerary juga. Phnom Penh adalah ibukota Kamboja dan punya tourist attraction yang kayaknya belom ada di negara lain; Tuol Sleng Genocide Museum dan Choeung Ek Killing Field. keduanya adalah memorial era Khmer Rouge di tahun 1970 an. dari namanya udah serem ga sih sis ? tapi karena kami ini curiousity-nya tinggi, akhirnya dua tempat ini tetep dimasukkin ke itinerary. *langsung dzikir*

setelah menunggu beberapa hari, promo Air Asia pun datang… dalam bentuk tiket PP Jakarta – Phnom Penh. tapi kan kami mau ke Siem Reap jugaaaa… diubahlah rute jadi CGK – PNH – REP – CGK. etapi kok ternyata lebih mahal. tiket berangkatnya sih lumayan, karena promo fly through. tiket baliknya yang bikin sayat sayat nadi. mungkin karena rute REP – CGK ini ga begitu populer ya. hiks, I hate you Air Asia !! *tapi tetep pesen tiketnya*

travel_quote15-680x512

begitu riset browsing, tercetuslah buat pulang ke Jakarta via Bangkok. harga tiketnya jauh lebih murah. masalahnya, tiket REP – BKK itu mahalnya yudadababay sis. sempet cek cek harganya via Cambodia Angkor Air juga. tiketnya sih cuman $19, pajaknya yang sampai $162. MAK !! tega kamu tegaaaa… pake dolar lho maaaaak…

karena dompet ga mengijinkan naik pesawat, akhirnya kami pun berpindah ke jalan lain : perjalanan darat, melewati the famous Poipet – Aranyaprathet border. lama perjalanan sekitar 9 – 12 jam, tergantung situ lagi beruntung apa nggak. males banget dot com. semakin diulik, cerita perjalanan via darat ini makin bikin jiper. mulai dari banyaknya scam, sampai kisah kisah absurd imigrasi kedua negara. bahkan ada satu bule yang sempet ketahan lama tanpa tahu sebabnya. duh, makin deg degan dong kakaaak. tapi ini jalur paling murah, jadi mau ga mau ya lewat sini. honestly speaking, the border is the most worrisome part of the trip. banyak banyakin doa pokoknya.

untitledadsfsadf

saking ribetnya mikir border, gue sampe lupa buat mutusin naik apa dari Phnom Penh ke Siem Reap, zzzz. pesawat jelas nggak, karena sekali lagi, MAHAL. pilihan kedua adalah naik bis. ada banyak pilihan bis yang melayani rute ini, yang lagi naik daun adalah Giant Ibis. tapi kok ya jadwalnya indak ado yang cucok. kami pengen berangkat sekitar jam 4 sore, biar sampe Siem Reap ga malem malem amat. soalnya besoknya kami pengen liat sunrise. setelah membandingkan berbagai transport services, pilihan pun jatuh ke Seila Angkor via minibus. kenapa ? konon sopirnya lumayan hobi ngebut dan waktu tempuhnya bisa lebih sebentar.

akhirnya, resmi sudah rute kami. CGK – PP – REP (via minibus) – BKK (via jalan darat) – CGK. doa doa pun kami panjatkan biar semua lancar jaya. dengan hati bahagia dan jiwa membara, insya Allah bisa menghindari segala scam yang ada. amin !!

see you soon and be nice to us, Cambodia !!

Advertisements

4 thoughts on “Cambodia trip : why and how

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s