the special one : Sulawesi Selatan

IMAG1002

everyone is unique. termasuk nyokap gue. suka makan pete tapi benci bau pete, suka mengoleksi bebungaan, bahkan rela nungguin bunga wijaya kusuma mekar, dan berbagai keunikan lain yang kadang bikin gue geleng geleng kepala sendiri.

tapi, ada satu keunikan nyokap yang menurut gue paling keren, terutama dulu, di waktu kecil. di antara 10 bersaudara anaknya kakek nenek, hanya nyokap yang lahir di luar Pulau Jawa. tepatnya di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. kakek gue adalah seorang tentara yang tempat tinggalnya berpindah pindah, termasuk ke Ujung Pandang, yang sekarang namanya Makassar.

meskipun cuman lahir dan menetap sampai umur tiga tahun, Ujung Pandang selalu jadi tempat istimewa buat nyokap. selain karena tercantum di KTP, juga karena banyak cerita nenek soal perantauan di Ujung Pandang. rumah yang ada di dekat pantai, orang orang dengan bahasa yang tidak dimengerti tapi sama sama pergi ke masjid, juga ikan ikan segar hasil laut yang sampai sekarang masih jadi kegemaran nyokap.

kalo kata nenek sih, gara gara lahir di sebrang inilah nyokap sekarang demen banget plesir. keliling Jawa Tengah mah cincai. nyokap bahkan dengan gagah berani pergi sendirian ke Bengkulu setelah tamat SMA. set dah. anaknya tamat SMA ngapain ? galau mikirin cowok nyari kuliah seus, hahaha.

cerita cerita inilah yang bikin gue relate ke Ujung Pandang alias Makassar, sambil diam diam berharap suatu hari gue bisa main ke sana.

Tuhan tahu, tapi menunggu; kata Leo Tolstoy.

IMAG1777

tiba tiba, gue ditawarin ikut rombongan Arum main ke Sulawesi. tujuan utamanya Bira dan Makassar. sebentar doang sih, tapi kapan lagi coba gue bisa mengunjungi tempat kelahiran nyokap ? langsung deh kesempatan ini disambar dengan manis.

tujuan utama kami, Bira, adalah sebuah tanjung yang terletak di ujung Pulau Sulawesi dan bisa ditempuh selama 5 – 6 jam perjalanan dari Makassar. karena gue adalah additional player di trip ini, gue pun ‘terima jadi’. nggak tahu kenapa pilih Bira, dan nggak terlalu peduli. it’s a new place anyway. it should be interesting.

gue menikmati perjalanan ke Bira seperti anak kecil menikmati perjalanan ke rumah nenek. pemandangannya berganti ganti, mulai dari dataran kering, rumah rumah panggung, hingga sawah yang menghijau. kami mampir sholat dan ngemil micin makan siang di masjid kecil. penjaga masjidnya pun menyapa ramah, meskipun kami juga nggak tahu bapaknya ngomong apa, ahahaha.

IMAG0919

sampai di Bira, kami langsung dengan noraknya ke pantai. Bira ini terkenal banget sama pasirnya yang halus dan putih kayak bedak bayi. tapi pas kena air kok jadi kayak adonan semen ya, hahaha. nggak berapa lama, langit pun menggelap. matahari pelan pelan turun dan sunset yang cantik pun terpajang di depan mata kami. subhanallah… *benerin jilbab*

IMAG0944

besok paginya, kami dijemput buat di anter main ke pantai. inilah pertama kali gue mencicipi candu snorkeling. masker yang nggak pas dan air laut yang nggak sengaja tertelan pun ga gue pedulikan, karena bawah lautnya bagus banget. meskipun Taka Bonerate ga ada yang ngalahin sih.

kalopun ga suka snorkeling, masih tetep seneng kok di Bira. kenapa ? gradasi warna airnya cakep banget, Esmeralda. duduk di tepi pantai aja udah menyenangkan. kami diajakin juga makan siang di Pulau Liukang dan langsung ketagihan sama ikan bakarnya. bahkan gue yang ga doyan doyan amat pun jadi nambah.

kami juga diajakin main ke Pantai Bara Bere. setelah melewati hutan dan perkampungan yang penuh diskotik lokal, kami sampai di pantai yang sungguh bikin betah. pantai yang sepi, gradasi air biru-toska-hijau, pasir putih yang sama halusnya dengan Bira, ditambah langit yang cerah, beneran bikin males pulang. meskipun ga bisa liat sunset di sini, hatiku tetep melekat erat di Pantai Bara. kece banget abisan !!

IMAG0969

sisa trip kami, dihabiskan di Makassar. kami sempat main ke Bantimurung, yang ternyata kece badai. sayang aja waktunya sedikit di sini, jadi cuman bisa main di deket air terjun sama museum kupu kupu aja. juga kulineran sampe gendut. assalamualaikum, pisang ijo, pisang epe, konro, mi titi, dll, dsb, dst. heran, orang Makassar ini kok makanannya enak enak amat sih. mi titi di Citos ga seenak ini tapinyaa, huhu.

tapi yang paling gue nikmati, justru acara nongkrong nongkrong ga jelas di Pantai Losari, wahahaha. selain karena Pantai Losari ini udah kayak alun alunnya orang Makassar alias rame, juga karena duduk di pinggir pantai sambil ngobrol itu menyenangkan. plus banyak makanan.

di tengah acara nongkrong, tiba tiba nyokap nelpon. setelah menanyakan kabar dan memberikan petuah, nyokap pun nanyain gimana acara ke Bira kemarin. maklum, sinyalnya sempet ilang di sono. setelah gue cerita dengan antusias, ujug ujug nyokap tanya.

“sekarang lagi di mana ? ke pantai nggak ? dulu rumah nenek deket pantai lho”.

“lagi di Pantai Losari nyah, duduk duduk aja”.

“lho, dulu rumah nenek ya di depannya Losari itu. kan deket situ ada tempat tentara. agak agak masuk ke kampung sih. tapi ya deket Losari. wong kalo sore mainnya ya di pantai”.

LHAAAAH. jadi gue sekarang ada di tempat main nyokap jaman kecil nih ? dari ketawa tawa, entah kenapa gue jadi merasa terharu. apalagi waktu nyokap dengan antusias bertanya soal Losari dan Makassar. it just felt magical, bahwa dulu ada orang yang lo sayang pernah ada di tempat lo berada saat ini, meskipun situasi dan kondisinya berbeda. you just felt… related.

meskipun percakapan hari itu berakhir dengan minta dibawain oleh oleh sih, zzzz.

IMAG0999
tempat nongkrong simbok jaman semono :))

setelah itu, Makassar pun jadi begitu spesial buat gue, sampai di akhir tahun, gue ngeboyong suami ke sana atas nama liburan bareng. he loved the place, the food, the people.

padahal ya, masih banyak lagi Sulawesi Selatan yang bisa dikunjungi. salah satu yang bikin gue penasaran adalah Sengkang, pusat kerajinan tenun. konon, tenunnya cakep cakep banget dan banyak turis internesyenel main ke sini. kan penasaraaaan…

gue percaya, one day gue akan balik ke Sulawesi Selatan. mungkin bawa anak, mungkin sama nyokap. mungkin cuman mampir ke Trans Studio, mungkin malah bisa sambil jalan jalan sampe Toraja. bantu amin dong kak… amiiiin !!

20141125_095448
salam gosong dari kami (baca : gue)

PS : Selamat Hari Ibu ya nyah, I love you to the moon and back :*

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blog Competition #TravelNBlog 5: Jelajah Sulsel“ yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID.

Advertisements

9 thoughts on “the special one : Sulawesi Selatan

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s