#143 Fairy Tales

 
 
kita biasanya punya apa yang disebut comfort food alias makanan yang dimakan untuk menimbulkan rasa nyaman, dimana kebanyakan makanan ini high sugar dan high calories, karena konon makanan dengan kadar gula dan karbohidrat yang tinggi akan mengingatkan kita pada home-made food. for me, those comfort food adalah kentang goreng. dan nugget. dan sosis. dan… loh kok banyak ?!?
 
tapi tahukah jij, bahwa ada juga yang namanya comfort read ? konsepnya mirip sama comfort food, tapi yang ini obyeknya buku, novel, komik, pokoknya bacaan lah. singkatnya, buku buku yang kita baca untuk merasa ‘nyaman’. biasanya sih buku anak anak gitu ye, yang gambarnya ceria dan kata katanya mudah dicerna. bukan buku motivasi kerja atau novel detektif apalagi buku nikah. pusing nek !!
 
but let me tell you something. my comfort books are… *drumroll*
 
Novel Harlequin
*there, buka aib nih gue*
 
iyes sodara sodara. yours truly here yang tamat Harry Potter dalam semalam, yang dari SMP uda fasih Lord of The Ring, yang hobi ngulik komik & novel detektif ini; suki banget baca novel Harlequin. novel yang semanis madu, dimana mas masnya ganteng ga ketulungan dan mbak mbaknya mirip Victoria’s Secret Angel. dari sekian banyak novel, kenapa juga novel Harle neng ?
 
jadi novel yang gue maksud adalah novel novel keluaran Harlequin, salah satu penerbit buku di Kanada sono yang fokus ke genre romance. novel novel doski uda banyak diterbitkan di negara lain, termasuk Indonesia. namanya novel romance ya bok, ceritanya ga jauh dari cinta cintaan, meskipun setting-nya beragam banget. mulai dari historical (sekitar tahun 1800-an), kontemporer sampe yang futuristik (tokohnya dari masa depan, dll). terus apa dong yang bikin novel genre ini begitu menusuk kalbu ?
 
tak lain dan tak bukan adalah endingnya yang bisa dipastikan happy. hah, dangkal amat bu ? justru itu yang bikin diri ini suki sekali. gimanapun kesusahannya si tokoh utama, pasti di ending semua masalahnya akan teratasi dan dia hidup bahagia selama lamanya. mau dia kejebak di hutan kek, mau dibuang keluarganya kek, mau masa lalunya suram kek; endingnya pasti bahagia. fairy tale banget bu ? embyeeeeer… intinya adalah, tiap baca buku ini somehow ada feeling ‘everything will be fine, in the end’.
 
ato akunya aja yang gampang disenangkan ya ? *halah*
 
satu lagi yang bikin hatiku tersirep, si Harle ini sering bikin series. series ini biasanya minimal terdiri dari 2 buku (ya eyyalah !!) dengan tokoh tokoh yang saling kenal atau pernah jadi cameo atau orang ketiga di novel sebelumnya. rasanya jadi kayak baca cerita orang yang kita kenal gitu deh. tergantung penulisnya juga sih ya, tapi biasanya yang bikin series gini adalah penulis yang uda pengalaman nulis banyak single title.
 
kalo minimalnya dua biji, maksimal berapa sis ? suka suka yang nulis !! ada yang tiga aja cukup, sepuluh, malah ada series Harlequin jadul yang ngebahas seluruh keluarga, mulai dari tokoh yang muncul di buku pertama, sampe cicitnya !! sayangnya gue lupita nama pengarangnya. even Google can’t help for this one 😦 *saking banyaknya pengarangnya*
 
untuk itu, mari sini kakak bisikin pengarang series Harlequin terseru (menurut gue pastinya) yang bikin hati senat senut tiap baca. series ini rata rata uda pernah terbit di Indonesia beberapa tahun yang lalu dan kayaknya masih bisa dicari di Gramedia atau basement Blok M Plaza (jauh amat buuuu…). here we go !!
 
1. Lisa Kleypas : Wallflowers + Hathaways series
seri pertama yang akik baca pas kenalan sama genre berjudul historical romance. jadi, genre ini lagi ngehits beberapa tahun belakangan. ciri utamanya ? settingnya yang jadul dooong, namanya juga historical. biasanya sih settingnya di Inggris, sekitar tahun 1800-an. disini tokoh utama wanitanya masih pake rok yang megar dan mas mas masih pada pake cravat.
 
seri pertama, Wallflowers, menceritakan soal 4 mbak mbak wallflower (alias mbak mbak yang ga pernah diajak dansa pas pesta. di Inggris jaman itu ceritanya acara sosialnya cuman partyyyy). akhirnya mereka berempat pun berteman dan kisah mereka menemukan cinta (hoek) diceritakan di masing masing buku. jadi tahu banyak soal kondisi sosial Inggris di jaman itu ya dari buku ini.
best piece : the third book, Devil in Winter (Evangeline Jenner).
 
 
 
sukses dengan seri pertama, muncullah seri kedua, The Hathaways. seri ini menceritakan soal kakak beradik Hathaway, yang merupakan bangsawan nanggung. mereka mewarisi gelar bangsawan, tapi sebenernya ga kaya kaya amat. serunya baca seri ini, penulisan Kleypas lumayan bagus dan karakternya terasa ‘nyata’ dan deket.
best piece : Married By Morning (Leo Hathaway). salah satu Harlequin terlangka. nyari second nya pun susaaaah…
 
 
 
Lisa Kleypas ini emang jagonya historical romance. novelnya yang kontemporer (bersetting di masa kini) justru rata rata garing dan biasa ajah. selain series, buku bukunya yang stand alone juga bagus bagus. serunya, kadang tokoh di stand alone book ternyata kenal sama tokoh di series. again, rasanya jadi ‘nyata’. contohnya kayak Derek Craven, tokoh di stand alone Dreaming Of You, yang punya rumah judi terbesar di London dan secara ga langsung jadi saingan Sebastian St Vincent, tokoh utama di Devil in Winter. meskipun mereka ga pernah diceritakan pernah ketemu sih.
 
2. Julia Quinn : The Bridgertons
beda sama jeng Lisa (ikrib ye !!) yang nulis kontemporer juga, Julia Quinn (akrab dipanggil JQ. sodaraan kali ya sama pak wapres) ini kheseus nulis soal historical romance. dan hitsnya ya seri ini, The Bridgertons. seri ini menceritakan soal kakak beradik Bridgerton yang punya nama unik. semua namanya urut abjad, yang paling tua awalnya A, yang bontot awalnya H. and yes, anaknya delapan.
 
Bridgerton Family Tree
yang bikin suki dari mbak JQ, doski suka nyelipin adegan adegan humor di novelnya. ada lady kecemplung sungai, atau nyonya nyonya ketiban kue. di empat seri pertama Bridgerton, narasi dimulai oleh kutipan kolom dari Lady Whistledown, kolumnis gossip. one of the element yang bikin serial ini menarik adalah keseruan nebak siapa Lady Whistledown. dan terbukti sih, setelah samaran Lady Whistledown kebuka, ceritanya jadi biasa ajaaaah…
 
 
 
best piece : bingung antara The Viscount Who Loved Me (Anthony Bridgerton) sama Romancing Mr Bridgerton (Colin Bridgerton). meskipun An Offer from Gentleman (Benedict Bridgerton) juga bagus siiiihh… serunya lagi, JQ juga sempet bikin second epilogue buat cerita cerita di Bridgerton series.
 
ampe dibikinin ilustrasinya !! gokil !!
ada juga Splendid series yang menurut rekan sejawat paling terpercaya (baca : Simbah) bagus (tapi menurut aku biasah ajah). juga Duke of Wyndham series yang entah mengapa agak mature gaya penulisannya. yang sekarang masih on going adalah Smythe-Smith Quartet series yang buku pertama dan keduanya… biasa ajah. ga tau deh mau lanjut ngikutin series ini apa nggak.
 
3. Suzanne Brockmann : Tall, Dark & Dangerous
setelah unyu unyu di historical, marilah kita berpindah ke subgenre lain : romance suspense. subgenre ini lebih kekinian dan ceritanya biasanya berhubungan sama militer atau agen khusus. dan seri ini bercerita soal the mighty Navy SEAL.
 
akika suki sekali sama seri iniiii… selain tema besarnya, Navy SEAL, yang masih jarang di masa itu, juga karena deskripsi tokohnya detil banget. kita jadi bisa membayangkan tokohnya kayak gimana dan membedakan mereka berdasar karakteristik dengan mudah. novel novelnya pun ga cuman nyeritain tokoh utama, tapi banyak tokoh figuran yang bertebaran (yang akhirnya jadi tokoh utama di novel selanjutnya). contoh, tokoh Lucky O’Donlon yang digambarkan gantengnya sundul langit kayak boneka Ken.
 
 
 
seri ini tadinya direncanakan buat jadi tiga buku ajah. tapi karena banyak yang suka, akhirnya muncullah buku buku berikutnya buat menceritakan tokoh figuran yang muncul kemudian. total buku di seri ini ada 11 buku, tapi yang diterbitin di Indonesia cuman 9. no wonder sih, karena di dua buku terakhir, greget ceritanya udah mulai turun. udah gitu mas mas nya dijodohin sama mbak mbak yang kayaknya kurang nempel di hati.
 
best piece : semua !! ciyus. cungguh. kecuali dua buku terakhir ya (maafkan aku Bobby, maafkan aku Wes). tapi buku lainnya beneran bikin jiwa ini senat senut bacanya. antara ngebayangin mas mas macho berotot,sampe ikut mewek pas adegan sedih. oh iya, jeng Suz ini menurut akik termasuk penulis yang kalo nulis konfliknya jelas. inner thought para tokohnya juga ditulis dengan bagus. jadi ga terkesan gengges gitu.
 
sayang beribu sayang, bukunya Suzanne Brockmann yang gue baca cuman series ini aja. sebenernya ada lagi Troubleshooter series yang beberapa bukunya pernah diterbitin di Indonesia. tapi itu juga nyarinya susah cyiiin…
 
bok, nulis soal 3 series aja kok pegel ?
 
sebenernya masih banyak lagi pengarang yang punya seri novel Harle keren (hello Julie Garwood, Mary Balogh, etc etc). tapi ya tiga jeung jeung itu tadi yang kayaknya nemplok banget di hati. oh iya, satu hal yang paling utama dalam baca seri macam ini adalah bacanya harus urut !! kalo ga, pasti bingung kenapa tiba tiba si A udah kawin aja, atau tau tau si B udah dibuang ke laut.
 
apalagi, seiring berjalannya waktu, Harlequin menganggap bahwa series kayak gini lumayan menguntungkan. dan mereka publish lebih banyak series, tapi dalam satu series bisa banyak pengarang. kayak yang lagi gue ikutin sekarang, Sicily’s Corretti Dynasty series. sukanya, karena penulisnya beda, cara penulisannya juga beda dong ya. perbedaan karakter pun lebih terasa. sebelnya, karena penulisnya beda juga, keterkaitan sama tokoh di buku lainnya juga minimal. paling cuman disebut sebut doang. kalo baca series macem ini sih kayaknya ga urut urut amat juga ga pa pa ya…
 
jadi, kaget ndak tau aku suka baca novel lenje Harlequin ? nggak dong yaaaa… wong jiwaku tetap panas membara kok *halah*. but overall, I do believe that all girls have their very own fairy tale story. dan salah satu manifestasinya adalah suka baca novel romance.
 
ndak masalaaaah… asal stay happy ya giiirls *tos pantat*
 
smell you later, people !!
 
note : all photos are taken from google and the author’s websites.
Advertisements

2 thoughts on “#143 Fairy Tales

  1. ahahaha, aku mulai baca pas SMA lho mbaaa…

    waktu itu karena penasaran sih sama buku tipe ini

    tapi skrg pas adikku yang masih SMA mau baca juga kularang :))
    *kakak yang curang*

    Like

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s