#126 achievement

udah mau setahun kawin, tapi KTP nya masih single. siapa hayoooo ?!? *langsung ngacung*

jangan lupa ngurus KTP ya kakaaaaak…
cameo : si Om, diimpor langsung dari Tembalang
males banget ya bok ngurusin hal hal yang bersifat administrasi. jadi ceritanya, sampe sekarang, KTP gue dan suami (eciyeee…) masih berstatus single alias belum kawin. kami emang tadinya belom pengen ngganti status karena alasan yang sungguh wagu : bingung mau masuk KK mana. tapi akhirnya di bawah ancaman cambuk bujukan ibu ratu (baca : nyokap), kami pun setuju buat pindah KK ke Solo.

etapi buset alamakjang, persyaratannya ribet cyin. fotokopi ini itu plus dokumen asli, foto berbagai ukuran, de el el de es be. betenya lagi, beda daerah, beda persyaratannya beda. di daerahnya mas bojo, cukup KTP, KK plus akte aja buat minta surat keterangan. tapi di kota sang estri, persyaratan ternyata ditambah. ijazah terakhir juga kudu di-submit. (untung bukan buku tabungan ya mas…)

berhubung mas bojo ini orangnya rapi dan sholehah teliti, segala arsip dia pun disimpen lengkap dan primpen. pas diminta dokumen tambahan pun nyarinya gampang. yang mana beda banget sama ndoro putri, yours truly here. gue justru slebornya tingkat dewa. dan males banget yang namanya nyimpen arsip yang biasanya cuman selembar begitu. wong ijazah SMA pernah kok cuman dimasukkin map, terus dikresekkin. untung ga kebuang yaaa *langsung dipigura*

akhirnya demi alasan kepraktisan dan kemalasan, terbelilah sebuah file holder segede gaban buat nyimpen semua arsip. akte lahir ? ijazah SD-SMP-SMA ? piagam + sertifikat ? masuuuukkkkk… bahkan gue sampe punya satu holder lagi, isinya fotokopi legalisir semua arsip. sadis yeeee… dua holder ini pun gue bawa kemana mana pas lagi jaman perjuangan nyari jodoh kerja. 

nah, di saat ibunda ratu nagih persyaratan tambahan, langsunglah gue ngobok ngobok holder keramat gue. eh ternyata lengkap semua dari jaman SD lhoooo… mulai dari raport sampe kartu ujian pendadaran gue. arsipnya disusun secara kronologis, mulai SD, SMP, SMA sampe kerja. dan pas liat liat holder itu, ada sesuatu yang menarik perhatian gue.

mulai dari jaman kuliah, setiap tahun selalu ada sertifikat / piagam dari kegiatan yang dulu gue ikuti. di tahun 2006 & 2007, sertifikat berkisar di kegiatan kampus. 2008 & 2009 adalah tahunnya mulai ikut kegiatan univ & ada KKN di pertengahan tahun. 2010 mulai belagu ngikut seminar marketing sambil stres mikir skripsi. 

and there, dated 2011, of course, the hardest-to-get, the precious surat ijin keluar UGM alias ijazah. di tahun 2012, ada piagam kelulusan dari pabrik semen. di 2013 ? buku nikah boleh dimasukkin ga ?

ih ternyata aku tahun tahun kemaren lumayan aktip yeee *make jaket almamater sambil nyanyi*. seru rasanya ngeliatin itu sertifikat sambil nostalgia. it’s like those papers marked the year. or can it be said those papers marked MY achievement ? ebuset kok tau tau ngomongin achievement ? apa jangan jangan kesambet Pak Hani ? *ditabok*

kata mbah gugel sih gini…
pusing ? sama cyiiiin. ini masih pengertian scientific di google lho ya. ada satu primbon keramat mata kuliah negosiasi bisnis yang judulnya ‘Getting to Yes’. bahasa Inggrisnya udah pake tingkat dewa, udah beyond grammar deh. bahkan memahami satu paragraf aja kadang kudu diulang baca dua-tiga kali. itupun kadang harus pake tanya pendapat temen (ehm, Judhi, to be precise). pantesan aja ga ada terjemahan Indonesia-nya. kalopun ada juga pada ga rekomen sih.

mejiknya, di mata kuliah ini gue dapet A. eciyeeeee… songong dikit lah ya… itu achievement bukan ? iya dong. wong gue mengerahkan segala daya upaya buat ini mata kuliah, termasuk bikin paper setan sebanyak sekian ribu kata.

sebenernya, siapa sih gue ngomongin achievement segala ? wong gue ini anaknya low achiever pake banget. dengan kata lain, males dan pasrah. terutama kalo hubungannya sama nilai atau posisi. i didn’t really care about my grade. selama gue bisa baca komik, makan enak, tidur enak, it’s all fine.

di sisi lain, ada juga anak yang high achiever (beda tipis sama ambisius). biasanya anak anak ini sangat ter-planning, fokus pada tujuan dan aim high. ketika anak anak semacam gue udah seneng bisa ikut seminar bareng Yoris, mereka udah bisa ikut seminar sama Kotler (ebuset kejauhan nek !!). hal ini pun kebawa juga dong pas mereka udah kerja. gue masih cungpret, mereka udah asisten manajer. gue liburan ke Ancol, mereka ke Hawaii. (kejauhan buuuukkk). tapi intinya gitu deh ya.

buat anak anak macam gue, kami puas dan bahagia saat kami bisa leyeh leyeh tanpa harus mikir yang susah susah atau waktu bisa namatin sebuah game (halo, mas bojo !!). santai dan selooow kayak di pantaaaaaii. sementara buat mereka, mereka akan merasa fulfilled saat bisa mencapai puncak tujuan (AFI dong ya ?).

in the end, menurut gue, achievement bukan cuman tentang sebanyak apa effort yang bersedia lo berikan untuk mendapatkannya atau sebagus apa hasil yang lo dapatkan. tapi yang lebih penting adalah seberapa tinggi value lo untuk hal tersebut. juga seberapa puas dan damai lo saat hal itu tercapai. in this wild thing called life, achievement bukan lagi sebangsa nilai, posisi atau nominal gaji. it will be something intangible. something that you value more than just numbers. and yes, it’s subjective, pake banget.

just like i said before, i believe my certificate papers marked my achievement. at least it marked my steps to be who i am now.

sadis ya gue mikirnya bisa agak berat dikit. bermutu rendah lagi.
but anyway, i wish you all happiness in life ya sodara sodaraaaa

catch you later !!
Advertisements

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s