#76 : so long, Shoya Tomizawa


it was really a heart-breaking news.

saya sejujurnya bukan fans berat Moto GP. tapi yah, I am a daddy’s little girl, jadi ayah yg lumayan ngefans sering ngajakin saya nonton Moto GP. ditambah kakak kakak sepupu saya banyakan cowok, jadilah saya jadi sering ikutan nonton. mulai dari dulu jamannya Alex Criville berjaya, sampe sekarang si Dani Pedrosa dkk.

waktu nonton, saya sering ngobrolin juga sama ayah, tentang pembalap, ato peraturan lombanya, ato kronologis kalo ada yang jatuh. beranjak kuliah, saya uda jarang liat Moto GP, selain karena ga ada yg suka, TV kosan sinyalnya agak BBB alias putus nyambung putus nyambung. tapi saya masi suka baca2 beritanya juga sih.

I was a fan of Telefonica Movistar Honda. itu lhooo, jaman jaman jayanya Sete Gibernau (sekarang apa kabar ya mas-nya ?). pokoknya dulu mereka rival banget sama timnya Rossi. salah satu pembalap yang satu tim sama Sete Gibernau adalah Daijiro Kato. Yes, that Daijiro Kato. He was died after a crash at Suzuka Circuit and 2 weeks in coma state. meskipun bukan fans nya Kato, tetep aja rasanya miris liat kecelakaannya. apalagi waktu itu lagi heboh2nya persaingan Kato sama Rossi.

Kato nabrak dinding pembatas di Sirkuit Suzuka yang sebelumnya uda pernah diprotesin sama Rossi gara2 ga sesuai standar keselamatan Moto GP. fatalnya, setelah dia jatuh, yang ngangkat dan mindahin dia dari trek bukan petugas medis, tapi petugas pembersih trek. Kato koma dan dibawa ke rumah sakit. 2 minggu kemudian dia meninggal. sedihnya, 2 hari sebelum kecelakaan, anak keduanya baru aja lahir. T___T.

and yesterday, I heard the similar news. Shoya Tomizawa, pembalap Moto 2 (pengganti kelas 250cc) tim Technomag-CIP dari Jepang tewas di Sirkuit Misano, San Marino. Shoya tewas setelah jatuh dan dilindas dua pembalap di belakangnya, Alex de Angelis dan Scott Redding dengan kecepatan diatas 200kmph. yang paling bikin miris adalah, umurnya baru 19 tahun, baru lulus SMA, gan !!

btw, saya baru liat video tabrakannya, dan yah, beneran bikin miris. Shoya kelindes telak di daerah kaki sama perut. abis kecelakaan, dia langsung dibawa ke rumah sakit. ga lama, dia dinyatakan meninggal karena trauma hebat di dada dan perut. padahal Shoya ini salah satu pembalap yg bakatnya lumayan hebat. dia baru aja jadi juara GP Qatar dan runner up GP Spanyol dengan spesifikasi motor yang ada di bawah pesaingnya. sayang, dia ga sempet menunjukkan bakatnya lebih jauh.

dan ternyata, seminggu sebelumnya, di GP Indianapolis, salah satu pembalap umur 13 tahun, Peter Lenz, juga tewas pas supporting race. kejadiannya mirip sama kecelakaannya Shoya. dia jatuh dan pas di belakangnya ada Xavier Arjat dengan kecepatan tinggi.

setiap olahraga, setiap profesi, pasti punya resiko sendiri-sendiri. buat para pembalap, apa yang mereka dapet dari balapan, sepadan sama resikonya. saat kematian Daijiro Kato, publik Jepang beranggapan kalo Kato, samurai di atas lintasan, pergi dengan membawa kemenangan. so does Shoya Tomizawa.

so long, Shoya Tomizawa.


Shoya Tomizawa


Daijiro Kato
Advertisements

4 thoughts on “#76 : so long, Shoya Tomizawa

  1. waw aku merinding baca tulisanmu Rifa..ckckck..iya dulu aku lumayan suka sama kato..keren..seangkatan sama norickabe yang juga udah meninggalsekarang..kenapoa siy yang meninggal pada pembalap jepang??kasiaaan…

    Like

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s