#68 : bandaged


hola !
saya terjebak di perpus. dinginnya ngalahin kutub utara. daaann, harusnya saya kemaren2 posting tentang klub masak terbaru, kolaborasi maut saya, arum sama sasa. tapi karena kayaknya uda basi, ya uda si ya. postingannya bisa dibaca
disini (arum) dan disini (sasa). enjoy =) !

anyway, ada yang suka nonton House MD ? saya baru nonton sampe season 4, tapi di amrik sana season 6-nya lagi ongoing. saya juga lagi nungguin, abis itu pesen lagi deh, sekalian ama glee, ohoho. (si tujuh huruf apa kabar peh ? haha).

btw, saya lupa di season dan episode berapa, ada salah satu quote yang saya ingat. jadi, si House ini ceritanya masih suka sama mantan pacarnya, padahal uda 5 tahun berselang. nah, si mantan yang udah nikah ini dateng ke rumah sakit, suaminya sakit. dan si House yang biasanya jahat, kejam dan semau gue pun mendadak galau. kerja ga konsen, mikirin mantannya terus dan makin ngaco. dr Cuddy, atasannya, akhirnya bilang gini ke House :

“House, c’mon. 5 years of self-pity is probably enough. Let her go”.

maksud omongan dr Cuddy (menurut saya lho yaaaa) adalah, mengingat-ingat seseorang yang sudah ‘lepas’ biasanya hanya akan menyakiti diri kita sendiri, sementara orang yang diingat-ingat belum tentu ngerti apalagi membalas. apalagi si House ini keliatan banget masi termehek-mehek. dan di sisa episode itu si House banyak dinasehatin temen-temennya buat ‘merelakan’ si mantan, toh uda merit juga.

menohok ? iya, buat saya. apalagi saya masih menganut paham ‘maju tak gentar’ waktu itu. konsep ‘mengikhlaskan’ masih asing dan saya masih ogah menyerah. tapi itu sebelum saya sadar bahwa memang yang kena dampaknya ya saya sendiri. pihak yang diingat tidak akan tahu dan tidak akan peduli. ketika pada akhirnya saya sadar pun juga ngga serta merta langsung bisa ikhlas.

jah, ujung2nya curcol, hahaha. intinya, ikhlas itu susah. lol. tapi saat uda berhasil ikhlas dan menengok ke belakang, kita baru akan sadar, apa yang sebenarnya kita butuhkan. (aduh, susah ngomongnya, hahaha). daripada saya curhat lagi, sampe di sini aja deh.

btw, si House ternyata masih sibuk ngejar-ngejar mantannya sampe beberapa episode. akhirnya ? syukurlah mereka tidak bersatu, hahaha. saya lupa mereka akhirnya pilih jalan sendiri-sendiri kenapa, tapi di salah satu dialog, dr Wilson bilang ke House, “kamu tidak mengejarnya karena kamu mencintainya, tapi karena kamu penasaran, kenapa dia meninggalkanmu”.

*melirik kertas penuh coretan di atas meja*

*cheers..
perpus kampus
REM – imitation of life

Advertisements

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s