#62 koreanisme part 1


howdy ?? =)
everything seems hard these weeks, tapi ya udahlaaahh, saya punya pelipur lara bernama Super Junior sekarang, hahahaha. as you know, gue sedang demam tinggi-tingginya sama yg namanya super junior, boyband korea ituuu. dan sepertinya, sebentar lagi demam itu akan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, demam korea. lol.

yap, berhubung salah satu temen kos gue, ayu, adalah anak sastra korea, so bertandang ke kamarnya sama artinya dengan minta kopian koleksinya dan gosip terbaru soal korea. dan seringnya, si ayu ga cuman ngasi yg berhubungan sama super junior, tapi juga artis lain macem si SNSD ato fave-nya, DBSK. jadilah demam ini semakin parah.

sebenernya, gue sudah sangat2 telat baru suka sama korea-korea-an sekarang. padahal mereka uda invasi Asia sejak tahun 2000 dan Indonesia sekitar 2001. inget ga dulu sama Andy Lau (itu lhooo, si Yoko), Tony Leung, dll ? nah, pasca kejayaan mereka di akhir 1990-an, belom ada lagi artis Asia yang bisa nyamain. sementara itu, ada gerakan anti-budaya Amerika di saat yang sama. Korea pun mencoba masuk ke pasar Asia dengan apa yang mereka sebut ‘export culture’.

semua dimulai sama drama Winter Sonata. inget ?? itu lho, yang cowoknya berkacamata (Bae Yong Jun), trus kalungnya terkenal banget ?? sebenernya waktu itu, orang Indonesia masih lebih suka sama yang berbau Jepang (efek kelamaan nonton Doraemon kayaknya), tapi toh drama ini masih diterima.

di Indonesia, Koreanisme baru mulai rame abis Indos*ar muter Endless Love (btw, abis drama ini diputer, semua sinetron Indonesia punya satu tokoh yang sakit leukemia). abis itu baru deh drama Korea yang lain mulai diputer. gue ga apal si, tapi yang paling gue inget adalah All About Eve, 18 vs 29, Chun-Hyang sama Harvard Love Story. abis itu, ada Jewel in the Palace (ituu, Jang Geum) sama Full House yang oh-so-wow.

selain drama, ada film juga. ingat A Moment to Remember, My Sassy Girl ato Windstruck yang sukses bikin kita mewek jamaah ?? tokoh ganteng n cantik, cerita mengharu biru, setting bagus plus lagu yang mendukung bikin film Korea langsung membanjiri Glodok dengan sekejap. tapi sebenernya, di balik semua itu, ada strategi marketing yang keren banget.

gue inget pernah ngebahas ini sama Mair. kebetulan dia lebih dulu kena demam Korea dan pengen ngajuin judul ttg Korea. sayangnya, nyari datanya susah, jadi di-cancel deh. but we’ve discussed it a lot. dan sangaaaaaaaatt menarik, terutama mungkin buat anak pemasaran.

yang paling mencolok adalah ‘export culture’ ini (ato orang sana nyebutnya Hallyu, segala sesuatu yang populer di luar Korea) adalah, ternyata hasil kerja sama antara pemerintah sama pihak swasta (PH, label, artisnya). drama dan film Korea dibuat sedemikian hingga para penonton pas nonton langsung berucap “aiiihhh, gue mau ke Korea deehhh !”.

contoh yang paling sering disebut, inget adegan nyebrang sungai di Endless Love ? saking terkenal dan identiknya sama Endless Love, penyeberangan ini akhirnya dijadiin obyek wisata sama pemda setempat. lengkap sama foto-foto mbak Song Hye Kyo pas lagi take di situ. hal yang sama terjadi sama hotel-nya mas Won Bin.

contoh lain, pas pembuatan Jang Geum, kru film dikasih kesempatan buat masuk ke istana dan take adegan di sana. hasilnya ? Jang Geum sukses besar dan alhasil wisatawan yang dateng ke istana ato pengen foto pake hanbok pun makin banyak. Princess Hours juga berhasil mendatangkan gelombang ‘aw, aku pengen dong pake hanbok’, terutama di anak muda.

gimana dengan drama yang ga bawa tema sejarah ? mereka nunjukin kehidupan sehari2 orang Korea. biasanya ada adegan makan kimchi ato makanan tradisional lain. adegan ini aja uda bikin orang paling nggak mikir “itu makanan apa sih ? ih, pengen nyoba deh”. dan menjamurlah restoran Korea di seluruh Asia. ini aja uda cukup membuat budaya dan sejarah Korea at least ‘terlihat’.

wow, jadi panjang sekali postingan ini. lanjut besok deh.

*cheers..
kamar kos
super junior – song for you

Advertisements

3 thoughts on “#62 koreanisme part 1

  1. Huaaaaaaaaaa….I watched this movie like…thousand times. Sangat cinta. Sampe Mb'Yani ketularan dan kita berdua nonton sampe pagi. Huuahhh. Aku gak tau waktu kamu bilang lagi demam Korea ternyata film ini. Really nice, ya? Btw, kalo ada copy nya…aku pinjem dunk Peh. ya? ya? ya? Anak Baik…hehehe.

    Like

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s