#45 : a love to die for..


akhir2 ini, beberapa teman saya sedang mengalami penurunan kehidupan percintaan.. ada yg break up, ada yg gebetannya jadian, macem-macem lah.. dan ini membuat saya jadi berpikir tentang kehidupan percintaan saya sendiri.. huahaha.. satu kata untuk menggambarkannya : monoton (kalo ga mau disebut tandus ato gersang)..

saya pertama kali suka rada serius sama orang kira2 pas smp, dan itu berakhir sering dengan berpisahnya kami karena lulus.. lalu yang kedua pas saya sma.. ini agak parah, karena bertahan sampe kurang lebih 5 tahun (iya deh, ngaku, sampe sekarang..).. dan yang membuatnya lebih parah lagi adalah, sebenernya saya pun juga ga tahu kenapa bisa suka sampe segitunya..

saya sering bertanya sama temen2 cewek saya tentang pacar atau gebetan mereka.. “kenapa sih kamu suka dia ?”.. kalo boleh di generalisir, penyebabnya simpel, karena si cowok perhatian dan oh-so-sweet ke mereka.. intinya, rasa suka itu ada karena adanya timbal balik di antara mereka berdua.. aku suka kamu, kamu suka aku.. bahkan di beberapa kasus, si cewek yang tadinya biasa aja, menjadi luluh gara-gara si cowok yang oh-so-sweet-kyakya itu tadi..

lalu gimana sama saya ?? hahaha, saya cenderung suka sama strangers, maksudnya adalah bukan orang yang kenal dekat sama saya.. makanya, saya susah suka sama sahabat sendiri.. that’s why saya ga begitu suka Lucky-nya Jason Mraz.. di samping itu, saya biasanya suka seseorang tanpa perlu dia perhatian ato oh-so-kya ke saya.. ditambah sikap goblok saya yang berprinsip ‘aku suka kamu, tapi kamu ga perlu tahu’, jadilah saya memendam ini bertahun-tahun..

itulah kenapa, saya bingung kalo ditanya lagu apa yang kamu banget, atau film apa yang mirip kehidupanmu.. karena semua cerita di film dan lagu itu, tokohnya saling mencintai, atau at least saling memperhatikan, berteman baik atau apalah, sebelum akhirnya ada badai yang memporak-porandakan *lebay*.. lha saya ? jika boleh saya mengoreksi, one sided love adalah cinta yang benar-benar datang dari satu pihak, sementara pihak lain totally indifference, tidak menolak, bahkan tidak bereaksi sama sekali..

tapi ya sudahlah, apa yang sudah terjadi, biarlah terjadi.. kita menatap masa depan saja ya.. the true love to die for.. (kayaknya saya kebanyakan baca fairy tale dan sejenisnya deh.. there’s no true love in this world.. hanya cinta Ibu yang bisa.. haha)

zzz.. kok bisa-bisanya nulis gini pas besoknya ujian matek sih ?? huaaa..

Ya Allah, kalo memang saya nantinya ditakdirkan menikah, tolong nikahkan saya dengan seseorang yang pinter matematika.. tidak perlu juara olimpiade, cukup dapet nilai A di mata kuliah matematika.. amin..

*cheers..

Advertisements

share me your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s